SEJARAH DESA

  1. Sejarah Desa Kedungjati

Pada awalnya Desa Kedungjati hanya berupa daerah Kalimenur Rawasirumpang yaitu daearah rawa-rawa. Disekitar Rawasirumpang terdapat banyak kedung sungai dan pohon-pohon jati yang ukurannya besar-besar. Sehingga sekitar pada tahun 1500-an Ca Geni, ca Brama dan Amad

Jayin menyebut daerah tersebut dengan nama “Kedungjati”.

Ca Geni, Ca Brama dan Amad Jayin adalah tokoh yang berasal dari agama Hindu. Kemudian mereka meninggal dan dimakamkan di Desa Kedungjati daerah Jumbleng ambles. Sehingga keramat jumbling sekarang sudah hilang.

Sekitar tahun 1826, Desa Kedungjati mulai ada sistem pemerintahan, yaitu ditandai dengan adanya Lurah dan Bau. Pemilihan lurah dilakukan dengan pemberian suara melalui sebuah lidi, satu lidi mewakili satu suara warga. Bahkan pada saat itu sudah muncul pemilihan yang tidak jujur dan adil. Kecurangan terjadi karena lidi warga sebagai suara bias diperjual belikan. Sedangkan pemilihan Bau dilakukan dengan system Tawonan, yaitu bakal calon Bau duduk dan para warga baris dibelakang bakal calon yang dipilihnya. Bau dibagi menjadi 2 bagian wilayah desa, Bau 1 dan Bau 2. Bau pertama di Desa Kedungjati adalah Bau Santa sebagai Bau 1 dan Bau Sandiwirya sebagai Bau 2.

  • Susunan Lurah Kedungjati mulai dari tahun 1910 – Sekarang :
  1. Khasandi Karma

2. Wirya Wijaya

3. Marmadi Wirya

4. Purwayasa

5. Muhajir

6. Kusno

7. Kasdi

8. Kusno (menjabat lagi)

9.Salim

10. Riadi

11. Suwondo, S.Pd.

  • Ada 3x masa jabatan Bau di Desa Kedungjati

 a. Bau 1

  1. Bau Santa
  2. Bau M. Ikhsan
  3. Bau San Mustar

 b. Bau 2

  1. Bau Sandiwirya
  2. Bau Sahmahirod
  3. Bau Madrowi

Sebelum zaman pak Harto menjabat, Lurah adalah raja kecil di dalam desa. Setelah zaman beliau, Lurah dianggap sebagai presiden kecil yang memiliki anggota masyarakat di dalam desa dan mengubah jabatan Bau menjadi Kadus. Dengan kebijakan itu, di Desa Kedungjati yang semula terdapat 2 Bau kemudian dirubah menjadi 4 Kadus, yaitu Kadus 1, Kadus 2, Kadus 3 dan Kadus 4. Saat kepemimpinan Soeparjo Rustam sebagai
Gubernur Jawa Tengah barulah jabatan ketua RT/RW mulai ada.

Kemudian Islam mulai masuk di Desa Kedungjati sekitar tahun 1925 dan mendirikan masjid pertama di Kadus 1 yaitu Masjid Al-Hidayah yang berawal dari rumah tikelan oleh Hj. Abu Bakar sekitar tahun 1989


KATEGORI BERITA